Senin sore 18-06-2018 Tragedi tenggelamnya kapal sinar bangun di danau toba sumatera utara. Diduga peristiwa ini terjadi lantaran cuaca buruk Angin kencang dan ombak besar membuat kapal sinar bangun terbalik dan tenggelam, tenggelam di kedalaman 50m lebih di dasar danau toba.korban hilang 80 orang lebih, suasana mencekam serta jerit histeris suara puluhan penumpang yang selamat di tengah danau toba yang berusaha minta tolong terdengar menyayat hati, angin kencang, ombak besar, langit gelap membuat para korban terus meminta pertolongan pada kapal penumpang yang disaat itu lewat.
Proses pertolongan dari kapal yang lewat oleh penumpang yang selamat sangat berbahaya dikarenakan cuaca sedang buruk. Jalur kapal sinar bangun saat itu dari simanindo menuju tigaras dikarenakan muatan yang melebihi kapasitas cuaca buruk membuat putus setir pengemudi akhirnya kapal sinar bangun terbalik dan tenggelam di antara kabupaten samosir dan kabupaten simalungun. Menurut badan mitiologo klimatologi dan geofisika BMKG sudah memberi peringatan jika akan ada cuaca buruk di danau toba, angin serta ombak mencapai 6m/detik.
Kisah sedih atas musibah tenggelamnya kapal penumpang sinar bangun ini bisa diambil hikmahnya kalau setiap tansportasi baik darat laut dan udara maupun kita semua harus mentaati peraturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah yang ada, agar penumpang selamat sampai tujuan dan semua kembali pada diri kita masing-masing, ke beranda saya.



No comments:
Post a Comment